Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015, Bahagia untuk Semua!

Maret 19, 2015 fikhanza 5 Comments


Bahagia itu bareng-bareng. Nggak liat agama, ras, suku dan warna kulit
Kamis 5 Maret 2015. Bogor kebanjiran. Banjir manusia. Jalanan menuju jalan Suryakencana Bogor macet parah. Sore itu gue dan nyokap naik scooter demi bisa ikut tumpah ruah di acara Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015. Jalan menuju ke sana memang macet total, tapi sebagai warga Bogor, nggak asik kalau nggak ikut eksis di festival Kota Hujan tercinta.

Tepat pukul 16:07 motor udah aman terparkir di Bogor Trade Mall, Mall yang paling dekat dengan lokasi festival. Acara sendiri dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB, tapi sampai pukul 17:00 belum ada tanda-tanda parade di mulai, sementara di sepanjang Jalan Suryakencana, warga Bogor udah kayak ikan lumba-lumba bergerombol dan sesekali loncat demi bisa liat apa yang ada di depannya.

Terbesar di Jawa Barat
Perayaan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 ini disebut-sebut terbesar di Jawa Barat lho. Ada 8 panggung di 8 titik: Vihara Dhanagun, seberang Bale Binarum, Hotel 1O1, Polsek Bogor Timur, depan Vihara Dharmakarya, simpang tiga Batu Tulis, samping dan panggung di depan Apotik Berbakti di Jalan Otista. 

Menurut data yang gue punya sih, ada sekitar 40 komunitas / sanggar, 12 mobil hias yang masing-masing mewakili simbol shio, 20 tim tandu dan 35 tim liong barongsai yang mengisi Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015. Festival ini juga dihadiri walikota Bogor (yang juga senior gue, hehehe, alumni SMAN 1 Bogor) dan Presiden Jokowi. 

Paradenya sendiri, konvoi di sepanjang jalan Suryakencana, Siliwangi dan Pajajaran. Kebayang kan ada berapa orang yang bakal ngumpul hore di jalanan Bogor? Kebayang juga kan capeknya peserta parade apalagi yang harus bawa tandu sama barongsai? Beuh to the max lah pokoknya! :D


Warga Bogor yang memadati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Ngintip dari balik bendera merah putih :D
Siap-siap nonton Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 dari lantai 2 bangunan toko
Warga Bogor yang tumpah ruah di Jalan Suryakencana
Vihara lokasi start parade Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Cantiknya parade
Parade dimulai sekitar pukul 18:30, beberapa saat setelah adzan Magrib. Bunyi gong dan simbal memulai hiruk pikuk. Diikuti iring-iringan tandu tepekong. Tandu ini menjadi rebutan etnis Tionghoa. Menurut kepercayaan mereka, memanggul tandu ini bisa mendatangkan keberuntungan. 

Setelah iringan tandu, barongsai mulai keluar dari vihara dan turun ke jalan. Anak-anak jelas girang. Ibu-ibu juga banyak yang nyeletuk pake bahasa Sunda "Heee eta barongna alus pisan. Barongna lulumpatan!" (Heee itu barongnya bagus banget. Barongnya loncat-loncat!). Kurang lebih 45 menit dihibur dengan parade super cantik. Seneng rasanya. Parade ini ditutup dengan liong panjang yang dilengkapi lampu-lampu dan parade 12 mobil hias yang melambangkan 12 shio. Cantik lah pokoknya! LOVE IT!

Iring-iringan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 dimulai

Iring-iringan Liong di Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Iring-iringan Liong di Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Iring-iringan mobil hias di Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Bahagia rame-rame
I love festival. Kata Kang Ridwan Kamil dibukunya Mengubah Dunia Bareng-Bareng, daerah yang penuh bahagia itu adalah daerah yang punya banyak festival dan event, event yang bikin warganya mau keluar rumah dan menikmati kota. Dan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 bikin gue seneeeeng banget. You know what, I can see happiness on the street. Mulai dari anak-anak yang jingkrak-jingkrak karena liat barongsai, ayah yang gendong anaknya di leher sambil menggenggam erat tangan istrinya, abang-abang es dan jajanan pinggir jalan yang sumringah karena dagangannya laris manis sampai bapak-bapak polisi yang bercanda renyah sambil menjaga keamanan. 


Iring-iringan mobil hias di Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Pak polisi yang mengamankan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 dari atas mobil
Beda agama, beda suku, beda budaya nggak bikin kita jadi "beda"
Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 kali ini bukan cuma milik etnis Tionghoa. Warga Bogor dan sekitarnya dari berbagai suku, agama dan ras tumpah ruah jadi satu. Nggak ada aku. Nggak ada kamu. Nggak ada mereka. Semuanya jadi satu, KITA. That's romantic. Sweet. Happiness is for all. Happiness itu baru keren kalau dinikmati bersama. So, I don't think being different is a barrier. Difference makes us rich. Complete each other. Ya nggak? 

Thank you Bogor. Thank you Indonesia. Where do I live? In heaven! :*


Cheers, @fikhanza
Kalau kamu punya saran dan kritik untuk tulisan ini, tinggalin komen aja ya di comment box. Help me to improve my writing skill :)

5 komentar:

  1. Bagus nih tulisannya. Datanya jg lumayan lengkap :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Kak Anonim. Hehehehe knp anonim sih ini, kan jd nggak bisa kenalan dan nambah temen :D

      Hapus
  2. Heaven? Blok mana.. Sama kita ih mba:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heaven nya maksudnya Indonesia Mas, hehehe. Orang Bogor juga ya Mas?

      Hapus
  3. Wow, awesome weblog structure! How lengthy have you ever been running a blog for? you make blogging look easy. The full glance of your web site is fantastic, let alone the content!
    itunes sign in

    BalasHapus