Tuhan, AKU CEMBURU!

September 03, 2010 fikhanza 0 Comments


Tuhan ku sayang, aku marah!
Boleh kah?

Aku cemburu, cemburu dengan laki-laki.
Kenapa mereka tidak kegerahan? Bisa leluasa memakai oblong dan jeans pendek.
Sementara kami harus terbungkus rapih dalam pakaian ini. Pakaian yang kata teman-temanku adalah HIJAB.

Aku cemburu, karena mereka bisa selalu bertemu denganMu. Tanpa gangguan tamu bulanan. Bisa selalu datang ke rumahMu, tanpa larangan kesucian. Bisa senantiasa bercerita setelah sholatnya, lalu curhat sejadi-jadinya. Aku cemburu, karena aku juga mau seperti itu. Langsung berwudhu dan mendirikan sholat perintahMu, lalu bercerita sambil menangis ketika ku sedih. Bercanda sambil tertawa ketika ku sangat bahagia. Bisa langsung berlari dalam balutan mukena ketika aku ingin bercerita. AKU MAU SEPERTI ITU! Apa Kau tidak mau sering ku ganggu? Aku terlalu menggangguMu ya?

Aku cemburu dengan mereka! Mereka tidak merasakan sakitnya melahirkan. Kata orang melahirkan itu sakit. Mereka tidak merasakan beratnya membawa sang jabang bayi selama 9 bulan dan tidak bisa tidur nyaman selama masa kehamilan. Tidak merasakan mual. Mereka bisa bebas pergi ke sana ke mari. Tanpa harus memikirkan perut mereka yang tiba-tiba membesar. Tetap bisa meniti kariernya sampai jaya. Sedangkan perempuan, harus berhenti sejenak dan mengambil cuti. Menjaga si belahan hati.

Aku cemburu dengan mereka! Mereka bebas jadi pemimpin. Boleh menjadi presiden, diijinkan jadi ketua BEM dan bahkan duduk di kursi sekjen PBB. Kata orang, sebaiknya pemimpin itu laki-laki. Kenapa Tuhan? Kau tidak percaya pada kami? Aku juga mau jadi pemimpin! Aku mau menjadi tulang punggung orang-orang yang ku pimpin dan berjuang membuat mereka lebih bahagia. AKU MAU!

Aku cemburu dengan mereka! Karena mereka bebas berada di baris depan saat perang. Sementara kebanyaKan perempuan, berada di dapur menyiapkan makanan. Kami selalu ada di barisan belakang! DI BELAKANG! AKU MAU DI DEPAN TUHAN! AKU MAU JADI ORANG TERDEPAN YANG IKUT BERJUANG DALAM NAMAMU! Aku mau melindungi orang-orang dari tombak dan panah musuh! Biar tombak-tombak itu mengenai tubuhku, bukan tubuh mereka, orang-orang yang ku sayang! AKU MAU SEPERTI ITU!

TUHAN, AKU BENAR-BENAR CEMBURU! Kau marah ya? Kau marah padaku? Iya kan? Tapi bukankah cemburu itu tanda cinta? Aku CEMBURU karena aku CINTA. Aku ingin mencintaiMu seperti Rasul dan hambaMu yang setia mencintaiMu. Aku benar-benar ingin belajar mencintaiMu. Maafkan aku ya Tuhan. Memang aku ini tolol! Katanya cinta, tapi dari tadi aku marah-marah. Cemburuku terlalu hiperbola. Padahal cinta itu kan seharusnya PERCAYA. Ya ya ya, seharusnya aku percaya yang Kau perintahkan itu adalah jalan untu menjagaku. Menjaga kami para kaum hawa. Iya kan?

Seharusnya aku percaya, Kau memerintahkan kami berpakaian seperti ini, untuk menjaga kami dari hal-hal buruk. Kau tidak mau kami disakiti. Kau tidak mau kami dijadikan bahan tontonan. Kau tidak mau kulit kami terbakar matahari, lalu jadi santapan mata kaum lelaki.

Seharusnya aku percaya, bahwa Kau mempercayakan rahim kami untuk tempat tingal sementara penerus manusia. Calon pemimpin-pemimpin dunia. Kau memberikan kami waktu istirahat lebih banyak saat mengandung. Kau tidak mau kami kelelahan bekerja. Kau tidak mau kami kepayahan. Seharusnya aku sadar, Kau telah mempercayakan tugas paling mulia kepada kami, menjadi seorang IBU.

Seharusnya aku percaya, Kau menganjurkan kami untuk tidak menjadi pemimpin agar kami bisa berkonsentrasi penuh memimpin penerus kami, calon-calon orang besar yang akan menjadi khalifah dunia, anak-anak kami. Kau mau kami benar-benar mempersiapkan para calon pemimpin itu. Huff, seharusnya aku percaya.

Seharusnya aku percaya, Kau tidak mau kami terluka dalam peperangan. Tidak mau seujung kulit kami tergores pedang. Tidak mau melihat kami meringis kesakitan melihat darah kami berlari keluar dari arteri dan epidermis. Lagi-lagi Kau menugaskan pekerjaan luar biasa mulia, menyiapkan makanan untuk para pejuang. Makanan yang menjadi perantara berkahMu pada kami. Makanan yang akan mempersenjatai tubuh mereka dengan kekuatan luar biasa, melebihi kekuatan pasukan power ranger dan autorobot transformer. Seharusnya aku percaya.

Tuhan, Kau mau memaafkan kecemburuanku ini kan? Iya kan? Bantu aku ya, agar bisa makin percaya padaMu. Percaya kasih sayangMu. Percaya kalau kau benar-benar mencintaiku. 

-semoga bocah ini bisa terus belajar mencintai. Karena bagaimana bisa aku mencintai makhluk di bumi jika Tuhan saja tidak aku cintai?

0 comments: