Jangan sebut aku PEREMPUAN!

September 27, 2010 fikhanza 0 Comments


Setiap pagi, setiap bangun tidur, sejak 4 tahun yang lalu. Rasanya pertanyaanku sama. Salah satunya adalah, "kapan gerangan jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dihapuskan? Kenapa harus menggunakan kata PEMBERDAYAAN?"

Sekitar 3 bulan yang lalu, ada seorang tetanggaku yang berkata bahwa perempuan itu sangat amat tidak perlu sekolah tinggi. "kan nanti ujung-ujungnya ke dapur." Aku sama sekali tidak kaget, karena memang cita-citanya adalah menikahkan anaknya selepas sang anak menanggalkan seragam putih abu. Hihi, jujur aku geli mendengarnya. Geli antara mendengar sesuatu yang sama sekali tidak bisa ku terima di dalam nalarku sekaligus geli karena ternyata negeri ini memang aneh.

Aku menghargai setiap jalan pikir orang lain. Monggo, silakan saja. Tapi, otakku yang memang sudah terbiasa mendebat lagi-lagi mengeluarkan sensor ketidaksetujuannya. Menikah itu jelas merupakan cita-cita yang mulia. Tapi, apa kita tidak egois kalau mempunyai cita-cita yang hanya sebatas menikah? Bukannya masih banyak TKW yang disiram air panas lalu diperkosa majikannya? Bukankah perilaku pelecahan seksual di dalam kereta api yang sudah seperti oven pengap berisi pepes manusia masih terjadi setiap hari? Bukannya kaum perempuan masih memerlukan belas kasihan sampai-sampai undang-undang turun tangan untuk mengatur persentase jumlah anggota dewan perempuan di Senayan? Tidak egoiskah kalau cita-cita kita hanya sebatas menikah, menjadi istri lalu ibu untuk anak-anak kita nanti? Padahal jelas-jelas wanita itu makhluk LUAR BIASA dan SPESIAL. Masih ingat, dimana letak surga? di telapak kaki ibu bukan? Masih ingat, Rasul berkata bahwa utamakanlah ibumu (sampai 3 kali) baru beliau menyuruh kita mengutamakan ayah? Masih ingat, bahwa dari rahim perempuan akan lahir calon-calon orang hebat?

Oleh karena itu, JANGAN SEBUT AKU PEREMPUAN!
Ya, jangan sebut aku perempuan...

Jika aku tidak bisa menjadi hamba yang baik bagi Tuhanku
Jika aku tidak bisa menjadi anak negeri yang baik untuk negaraku
Jika aku tidak bisa menjadi anak yang baik untuk kedua orang tuaku
Jika aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk adikku
Jika aku tidak bisa membawa pengaruh yang baik untuk pemuda pemudi
Jika kelak aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk suamiku
Jika kelak aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku
Jika kelak aku tidak bisa menjadi nenek yang baik untuk cucu dan cicit ku
Dan jika sampai aku mati nanti, aku hanya menjadi seonggok daging hidup yang hanya numpang lewat di Bumi.
Lalu akhirnya enyah tanpa secuil karya dan sumbangsih untuk para generasi baru Bumi

Tuhan, Kau menciptakan kami dengan sederet keluarbiasaan itu bukan hanya untuk mempunyai mimpi kecil bukan?
Kau sengaja memberi kekuatan itu untuk kami gunakan semaksimal mungkin kan?
Maka ijinkan kami untuk tidak hanya sekedar menjadi Istri dan Ibu yang hebat, tapi juga Perempuan hebat yang bisa menghebatkan orang lain


Teruntuk kawan-kawan seperjuanganku anak muda hebat yang punya mimpi membangun negeri, para istri hebat yang tidak pernah lupa menyiapkan sarapan untuk suaminya, Ibu hebat yang senantiasa memberikan yang terbnaik untuk anaknya, TKW hebat yang berjuang mencari uang di negeri seberang, perempuan pedagang kaki lima hebat yang tetap tersenyum dan bersemangat untuk bekerja. Dan untuk para perempuan-perembuat hebat di luar sana, yang tetap mencari prestasi tanpa pernah melupkan KODRATNYA. Salam sayang untuk kalian semua :)

0 comments: