Thursday Go Blog


Dear friends,
Thursday Go Blog ini gue bikin buat ngejitak kepala sendiri. Buat remind terus kalau gue harus komit buat ngupdate blog. Disiplin itu penting dan bisa dilatih dari hal yang kecil, salah satunya ngupdate blog, hehehe.


So Thursday Go Blog ini adalah komitmen gue untuk publish new post every Thursday. Dan gue butuh bantuan kalian semua, kalau gue lalai nggak ngupdate postingan baru tiap minggunya, maka kalian boleh protes di comment box. Dan nanti akan gue pilih secara random satu orang yang comment, buat gue traktir. (Berlaku dari Bulan Maret 2015 yaaa)

Bantu akuuuuuuuuuuu! Kamsiaaaaa! ;D


Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015, Bahagia untuk Semua!


Bahagia itu bareng-bareng. Nggak liat agama, ras, suku dan warna kulit
Kamis 5 Maret 2015. Bogor kebanjiran. Banjir manusia. Jalanan menuju jalan Suryakencana Bogor macet parah. Sore itu gue dan nyokap naik scooter demi bisa ikut tumpah ruah di acara Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015. Jalan menuju ke sana memang macet total, tapi sebagai warga Bogor, nggak asik kalau nggak ikut eksis di festival Kota Hujan tercinta.

Tepat pukul 16:07 motor udah aman terparkir di Bogor Trade Mall, Mall yang paling dekat dengan lokasi festival. Acara sendiri dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB, tapi sampai pukul 17:00 belum ada tanda-tanda parade di mulai, sementara di sepanjang Jalan Suryakencana, warga Bogor udah kayak ikan lumba-lumba bergerombol dan sesekali loncat demi bisa liat apa yang ada di depannya.

Terbesar di Jawa Barat
Perayaan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 ini disebut-sebut terbesar di Jawa Barat lho. Ada 8 panggung di 8 titik: Vihara Dhanagun, seberang Bale Binarum, Hotel 1O1, Polsek Bogor Timur, depan Vihara Dharmakarya, simpang tiga Batu Tulis, samping dan panggung di depan Apotik Berbakti di Jalan Otista. 

Menurut data yang gue punya sih, ada sekitar 40 komunitas / sanggar, 12 mobil hias yang masing-masing mewakili simbol shio, 20 tim tandu dan 35 tim liong barongsai yang mengisi Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015. Festival ini juga dihadiri walikota Bogor (yang juga senior gue, hehehe, alumni SMAN 1 Bogor) dan Presiden Jokowi. 

Paradenya sendiri, konvoi di sepanjang jalan Suryakencana, Siliwangi dan Pajajaran. Kebayang kan ada berapa orang yang bakal ngumpul hore di jalanan Bogor? Kebayang juga kan capeknya peserta parade apalagi yang harus bawa tandu sama barongsai? Beuh to the max lah pokoknya! :D


Warga Bogor yang memadati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Ngintip dari balik bendera merah putih :D
Siap-siap nonton Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 dari lantai 2 bangunan toko
Warga Bogor yang tumpah ruah di Jalan Suryakencana
Vihara lokasi start parade Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Cantiknya parade
Parade dimulai sekitar pukul 18:30, beberapa saat setelah adzan Magrib. Bunyi gong dan simbal memulai hiruk pikuk. Diikuti iring-iringan tandu tepekong. Tandu ini menjadi rebutan etnis Tionghoa. Menurut kepercayaan mereka, memanggul tandu ini bisa mendatangkan keberuntungan. 

Setelah iringan tandu, barongsai mulai keluar dari vihara dan turun ke jalan. Anak-anak jelas girang. Ibu-ibu juga banyak yang nyeletuk pake bahasa Sunda "Heee eta barongna alus pisan. Barongna lulumpatan!" (Heee itu barongnya bagus banget. Barongnya loncat-loncat!). Kurang lebih 45 menit dihibur dengan parade super cantik. Seneng rasanya. Parade ini ditutup dengan liong panjang yang dilengkapi lampu-lampu dan parade 12 mobil hias yang melambangkan 12 shio. Cantik lah pokoknya! LOVE IT!

Iring-iringan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 dimulai

Iring-iringan Liong di Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Iring-iringan Liong di Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Iring-iringan mobil hias di Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Bahagia rame-rame
I love festival. Kata Kang Ridwan Kamil dibukunya Mengubah Dunia Bareng-Bareng, daerah yang penuh bahagia itu adalah daerah yang punya banyak festival dan event, event yang bikin warganya mau keluar rumah dan menikmati kota. Dan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 bikin gue seneeeeng banget. You know what, I can see happiness on the street. Mulai dari anak-anak yang jingkrak-jingkrak karena liat barongsai, ayah yang gendong anaknya di leher sambil menggenggam erat tangan istrinya, abang-abang es dan jajanan pinggir jalan yang sumringah karena dagangannya laris manis sampai bapak-bapak polisi yang bercanda renyah sambil menjaga keamanan. 


Iring-iringan mobil hias di Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015
Pak polisi yang mengamankan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 dari atas mobil
Beda agama, beda suku, beda budaya nggak bikin kita jadi "beda"
Cap Go Meh Bogor Street Festival 2015 kali ini bukan cuma milik etnis Tionghoa. Warga Bogor dan sekitarnya dari berbagai suku, agama dan ras tumpah ruah jadi satu. Nggak ada aku. Nggak ada kamu. Nggak ada mereka. Semuanya jadi satu, KITA. That's romantic. Sweet. Happiness is for all. Happiness itu baru keren kalau dinikmati bersama. So, I don't think being different is a barrier. Difference makes us rich. Complete each other. Ya nggak? 

Thank you Bogor. Thank you Indonesia. Where do I live? In heaven! :*


Cheers, @fikhanza
Kalau kamu punya saran dan kritik untuk tulisan ini, tinggalin komen aja ya di comment box. Help me to improve my writing skill :)

Fikhanza on Instagram




Hi Guys!

Happy to share, my instagram is on. Yeaaaaaaay! Just find me on instagram @fikhanza.
This is my photo diary about eat, read and travel. Hope you can enjoy and leave your love there. Hope we can be a good friend in instagram. Just leave me your instagram account to folback. Happy to make new friends! See you on instagram! :*


Cheers, @fikhanza

Hotel Under $10 USD in Yogyakarta Indonesia


Hi guys! Have you ever heard about Jogja? Beautiful city in Java Island, Indonesia. Famous with delicious food, rich culture and many amazing attractions.

Jogja's Logo
Malioboro, the famous street in Jogjakarta ready to say welcome to you. Prambanan temple, the most beautiful Hindu temple ready to give her sweet smile. The Royal Palace ready to hold you. That's Jogja. We call it Jogja Istimewa, it means Jogja the special one.

But how much spending we should prepare for a trip to Jogja? Is it expensive? Is there any cheap hotel with cool facilities in Jogja? Listen, I will tell you ;)

The name is Edu Hostel. A cost efficient hostel with complete facilities, located close to Malioboro Street. It's just 10 minutes walking from Tugu Station. 10 minutes walking from Malioboro street and 10 minutes walking to King's Palace.

Every room has 6 beds. There are 2 shower rooms and 1 toilet in every room. Also an air conditioner to make you comfort. You only need to pay for 8 USD to get one bed per night. Price include towel, blanket, breakfast, locker and free parking. They also allow you to enjoy their Dipping Pool and entertainment room where guest can watch television, play guitar and read books. If you need internet connection, you can use their internet corner ( in front of the lobby). For your information, room for men and room for women located on different floors. And only guest with RFID card can enter the room.

Every room has 6 beds
Shower rooms and toilet
Lesehan Area / Entertainment Room
Lesehan Area / Entertainment Room
Mini Library in Lesehan Area / Entertainment Room
Guitars in Lesehan Area / Entertainment Room
You can enjoy your breakfast at 5th floor. The view is really beautiful in sunrise and sunset time. Edu Hostel has comfortable chairs and sofa in this floor so people can relax and enjoy the view. You can go to 6th floor, their 360 view rooftop. This is my fav floor where I can see the sky, pose in front of mural and chit chat with new friends on the comfort chairs.

Dining Room (Indoor)
Breakfast menu with local food
Dining Room ( outdoor)
5th floor: Dipping pool and chairs

Sofa and mini garden in 5th floor
5th Floor
Mural Art in 6th Floor
5th Floor
Edu Hostel has a program called "Teach English" to you, who want to share your English to local people around Edu Hostel & Malioboro. Edu Hostel believes, you can learn local culture from this program, and people can learn something from you. That's the art of take and give, and a good traveler not only enjoy the city but also give something to others, agree? :)

Painting in 1st Floor
Wall Magazine in 1st Floor
So if you want to visit Yogyakarta, you can come to Edu Hostel. Reach them on:

Address: Jl Let Jen Suprapto No. 17 Ngampilan, Yogyakarta 55261, Indonesia
Phone: 
(+62) 274-543 295
Web: http://www.eduhostels.com
Facebook: Edu Hostel Jogja
Twitter: @
EduHostelJogja 

Cheers, @fikhanza
Nb: I really happy if you can give correction and help me to improve my English through this post. Just leave me your comments :)


Penginapan Murah dibawah Seratus Ribu di Jogja!


Jogjaaaaa!

Siapa yang nggak pengen ke Jogja? Semua suka Jogja, tempat yang selalu bikin kangen pendatangnya. Yang makanannya siap menggoyang perut. Malioboro dan Pasar Beringharjo yang selalu sukses bikin shopanista ngeborong. Yang kemagisan keraton dan dua beringin kembarnya selalu bikin terpana.



Siapa yang nggak pengen ke Jogja? Yang selalu istimewa....

Logo Jogja Istimewa
Tapi, seberapa banyak sih kocek yang dibutuhkan kalau ke Jogja? Apalagi untuk backpacker yang setia dengan prinsip ekonomi "dengan dana seminimal mungkin, dapatkan kepuasan semaksimal mungkin", hehehe. Tapi murah jangan sampai murahan. Karena Jogja Istimewa, sudah seharusnya kita mendapatkan kenangan yang istimewa walau dengan budget super hemat.

Salah satu akomodasi yang dicari saat traveling adalah hotel atau penginapan. Kadang biaya hotel sangat menguras kantong. Mencari hotel yang murah jadi salah satu trik agar kantong nggak jebol karena liburan. Tapi, apa bisa dapet hotel enak, berfasilitas lengkap, kamar mandi bersih dan dekat pusat kota hanya dengan uang kurang dari seratus ribu? Jawabannya BISA!

Edu Hostel namanya. Penginapan yang lucu dan menggemaskan yang bikin nyaman semua yang nginap di sana. Lokasinya cukup strategis dari beberapa spot terkenal di kawasan Malioboro dan Keraton. Memang nggak deket-deket banget sih, tapi strategis untuk menjangkau beberapa daerah terkenal di kawasan Malioboro. Kira-kira cukup berjalan 10 menit dari Stasiun Tugu, 10 menit dari Malioboro dan 10 menit dari keraton. Untuk kamu yang mau punya teman baru terutama dari negara lain, Edu Hostel jadi pilihan yang PAS.

Konsepnya room sharing. Setiap kamar terdiri dari 6 kamar. Kamu cukup membayar Rp 80.000,- per ranjang per malam. Sudah dapat 1 loker dan sarapan. Kalau kamu pesan di Agoda, bisa jadi kamu dapet harga Rp 60.000,- sampai Rp 75.000,-. Di setiap kamar ada kamar mandi untuk showering dan 1 toilet untuk buang air. Harga juga sudah include selimut dan handuk. Setiap kamar dilengkapi teknologi RFID, jadi cuma yang menginap di sana dan punya kartu kamar yang bisa masuk. Takut kegerahan? Nggak usah kuatir, semua kamar di Edu Hostel sudah dilengkapi AC kok.Takut sekamar dengan lawan jenis? Jangan kuatir! Di Edu Hostel, kamar-kamar untuk perempuan dan laki-laki ada di lantai yang berbeda kok. Pokoknya aman.

1 kamar terdiri dari 6 ranjang
Shower room & Toilet di dalam kamar
Untuk kamu yang menginap bersama teman atau keluarga, Edu Hostel juga punya private dorm yang 1 kamarnya terdiri dari 4 ranjang. Kalau kamu solo backpacker, Edu Hostel ini jadi tempat yang seru banget karena bisa kenalan sama banyak backpacker dari mancanegara. Asik lah pokoknya! :)

Edu Hotel dilengkapi internet corner di depan lobi. Kamu bisa internetan secara gratis di sini. Dan untuk yang bawa kendaraan, Edu Hostel menyediakan fasilitas free parking. Woooogh!

Mau nonton TV, main musik dan baca buku? Edu Hostel juga punya Lesehan Area. Semua fasilitas entertainment memang sengaja disatukan di area ini agar semua tamu bisa saling berinteraksi, berkenalan dan make a new friend di sini. Tempatnya ada di atas lobi.

Lesehan Area
TV di Lesehan Area
Gitar di Lesehan Area
Mini Library di Lesehan Area
Untuk sarapan, kamu bisa pergi ke lantai 5. Area ini adalah area favorit gue. Waktu sunset, kamu bisa liat langit Jogja yang indah dari sini dan rooftop. Kalau mau berenang, di lantai 5 juga ada dipping pool yang memanjang. Bangku-bangku yang nyaman juga disiapkan di lantai ini agar semua tamu bisa bersantai sambil mengobrol. Kalau mau lebih jelas melihat langit Jogja, naik aja ke lantai 6, di rofftop 360. Yup, kami bisa melihat langit Jogja dari sudut 360 derajat dari sini. Bisa diakses dari lantai 5. Di sini kamu juga bisa duduk santai di bangku-bangku yang disediakan dan foto di depan tembok bermural keren. 
Ruang Makan ( indoor)
Menu lokal untuk sarapan
Ruang makan ( outdoor). Tepat di sebelah Dipping Pool
View 5th Floor dari 6th floor
Mural di Lantai 6
Kursi -kursi di lantai 5
Salah satu hal menarik dari Edu Hostel ini adalah, mereka punya program "Teaching English" untuk tamu asing yang ingin mengajarkan bahasa Inggris ke penduduk lokal di sekitar Edu Hostel. Jangan heran, di sini memang banyak traveler dari seluruh dunia yang menginap untuk waktu berbulan-bulan karena tempatnya yang nyaman dan harganya yang murah.

Lukisan dan Mading di lantai 1
Mading berisi informasi dan kegiatan Edu Hostel
Nah, sekarang datang ke Jogja nggak perlu pusing cari penginapan murah. Cukup bayar di bawah Rp 100.000,- bisa dapet hotel nyaman, sarapan dan banyaaaaak temen baru. Asik kan? Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi aja Edu Hostel yaa. Mereka bisa di reach di sini:

Address: Jl Let Jen Suprapto No. 17 Ngampilan, Yogyakarta 55261, Indonesia
Phone: 
(+62) 274-543 295
Web: http://www.eduhostels.com
Facebook: Edu Hostel Jogja
Twitter: @
EduHostelJogja 


Cheers, @fikhanza
Kalau kamu punya saran dan kritik untuk tulisan ini, tinggalin komen aja ya di comment box. Help me to improve my writing skill :)